Pola Desain Multi-Agen: Supervisor, Router & Worker Spesialis
Membagi Kompleksitas Sistem Menjadi Kolaborasi Agen-Agen Kecil yang Terdokumentasi
01. Target Pembelajar & Prasyarat
Senior developer dan sistem arsitek.
02. Kompetensi Konseptual (Level 1ā2)
- āMenjelaskan perbedaan pola Hierarchical Supervisor vs Peer-to-Peer Agent Mesh.
03. Kompetensi Praktis & Artefak Nyata (Level 3ā4)
- āMembangun router tugas yang mendelegasikan pekerjaan ke agen spesialis.
04. Aplikasi Nyata & Verifikasi
Penerapan Industri: Sistem otomasi audit kode dan pembuatan konten terdistribusi.
Metode Verifikasi: Memverifikasi pembagian tugas ke agen yang tepat berdasarkan intent kueri.
Mengapa Subjek Ini Krusial dalam Rekayasa Nyata?
Pelajari cara mengorkestrasi beberapa agen AI dengan peran terpisah (Supervisor, Researcher, Coder, Verifier) untuk menyelesaikan tugas besar.
Dalam lingkungan produksi, kegagalan memahami batas-batas arsitektur sistem sering kali menyebabkan bug yang sulit dilacak, pemborosan biaya komputasi, atau antarmuka yang lambat bagi pengguna.
Bagaimana Sistem Sebenarnya Bekerja di Tingkat Protokol
Pola Hierarki Supervisor-Worker
Dalam arsitektur multi-agen modern, agen Supervisor bertindak seperti manajer proyek: ia menganalisis permintaan besar, memecahnya menjadi sub-tugas independen, menunjuk agen spesialis (Worker), dan mengumpulkan hasil akhir sebelum diserahkan kepada pengguna.
Alur Arsitektur Sistem Otonom & Runtime
Pesan bahasa alami diterima melalui antarmuka web atau webhook chat.
{
"input": "Berapa estimasi biaya pembuatan landing page bisnis?"
}Koreksi Asumsi Umum vs Realitas Rekayasa
āSatu agen raksasa serba bisa lebih baik daripada beberapa agen spesialis.ā
Agen serba bisa mengalami degradasi perhatian (prompt confusion). Agen spesialis dengan batasan tajam memiliki akurasi jauh lebih tinggi.
Implementasi Langkah-demi-Langkah
Hasil akhir yang diharapkan: Supervisor yang mendelegasikan tugas ke Agen Riset atau Agen Analisis Harga.
lab-a3-m1/ āāā supervisor.mjs
1Implementasi Router Supervisor
Mengarahkan tugas berdasarkan tipe.
| 1 | // supervisor.mjs |
| 2 | const WORKERS = { |
| 3 | agenRiset: (query) => `[AGEN RISET] Menemukan 3 studi kasus industri untuk: ${query}`, |
| 4 | agenHarga: (query) => `[AGEN HARGA] Mengkalkulasi estimasi biaya untuk: ${query}` |
| 5 | }; |
| 6 | |
| 7 | function supervisorRouter(task) { |
| 8 | console.log('[SUPERVISOR] Menerima tugas:', task); |
| 9 | if (task.includes('biaya') || task.includes('harga')) { |
| 10 | return WORKERS.agenHarga(task); |
| 11 | } |
| 12 | return WORKERS.agenRiset(task); |
| 13 | } |
| 14 | |
| 15 | console.log(supervisorRouter('Berapa biaya pembuatan website 3D?')); |
| 16 | console.log(supervisorRouter('Cari riset tren web modern 2026.')); |
[AGEN HARGA] Mengkalkulasi... [AGEN RISET] Menemukan...
Mengantisipasi Masalah Umum & Tantangan Ekstensi
Tambahkan agen Verifikator yang memeriksa hasil dari kedua agen sebelum finalisasi.
Uji Kompetensi Mandiri & Verifikasi Hasil
Standar kelulusan Z-Automation mewajibkan skor minimum 80 / 100 Poin dengan komponen Implementasi Praktis minimal 21 / 35 Poin (60%). Jawab soal diagnostik dan centang hasil pengujian praktis Anda.
BAGIAN A // PERTANYAAN DIAGNOSTIK KONSEPTUAL & TEKNIS (40 POIN)
01.Mengapa agen spesialis lebih unggul daripada agen tunggal bermonolitik?
BAGIAN B // DAFTAR PERIKSA HASIL IMPLEMENTASI PRAKTIS (35 POIN ā MIN. 21 POIN)
Centang item di bawah ini hanya jika Anda telah menjalankan kode di komputer Anda dan mengamati output yang benar: